7 Kesalahan Perawatan Gigi yang Bikin Puasa Susah – Hindari saat Ramadhan
Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Namun sering kali, masalah kecil pada gigi dan mulut justru menjadi penyebab puasa terasa lebih berat. Mulai dari bau mulut, gigi ngilu, hingga nyeri berdenyut yang muncul tiba-tiba saat siang hari.
Tanpa disadari, banyak orang melakukan kesalahan dalam perawatan gigi saat Ramadhan. Kebiasaan yang terlihat sepele ternyata bisa memicu gangguan yang mengurangi kenyamanan berpuasa.
Agar puasa tetap lancar dan ibadah tidak terganggu, berikut 7 kesalahan perawatan gigi yang wajib Anda hindari saat Ramadhan.
1. Tidak Menyikat Gigi Setelah Sahur
Kesalahan paling umum adalah tidak menyikat gigi setelah sahur. Banyak orang hanya menyikat gigi saat mandi pagi, padahal sisa makanan sahur yang menempel di gigi bisa menjadi sumber bau mulut sepanjang hari.
Saat puasa, produksi air liur menurun sehingga bakteri lebih mudah berkembang. Jika sisa makanan tidak dibersihkan, risiko:
- Bau napas tidak sedap
- Plak menumpuk
- Gusi meradang
akan semakin meningkat.
Waktu terbaik menyikat gigi saat puasa adalah setelah sahur dan sebelum tidur malam.
2. Takut Menyikat Gigi Karena Mengira Bisa Membatalkan Puasa
Masih banyak yang ragu menyikat gigi saat puasa karena khawatir membatalkan ibadah. Padahal, menyikat gigi tidak membatalkan puasa selama tidak ada pasta gigi atau air yang tertelan secara sengaja.
Akibat kekhawatiran ini, sebagian orang justru membiarkan kebersihan mulut tidak terjaga. Hal ini bisa memperparah kondisi kesehatan gigi saat puasa.
Gunakan pasta secukupnya dan berkumurlah dengan hati-hati untuk menghindari tertelan.
3. Mengabaikan Karang Gigi
Karang gigi adalah salah satu penyebab utama bau mulut dan gusi berdarah. Saat Ramadhan, kondisi mulut yang lebih kering membuat bakteri berkembang lebih aktif di sekitar karang gigi.
Jika tidak dibersihkan, karang gigi dapat menyebabkan:
- Radang gusi
- Bau mulut lebih kuat
- Gusi mudah berdarah
Membersihkan karang gigi (scaling) membantu menjaga kesehatan mulut tetap optimal selama Ramadhan.
4. Menunda Penanganan Gigi Berlubang
Lubang kecil yang tidak terasa sakit sering diabaikan. Namun saat puasa, perubahan pola makan dan konsumsi makanan manis saat berbuka bisa membuat gigi menjadi lebih sensitif.
Akibatnya, rasa nyeri muncul saat sahur atau bahkan sepanjang hari. Kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan berpuasa.
Menunda tambal gigi adalah kesalahan yang sering membuat puasa terasa lebih berat.
5. Konsumsi Makanan Manis Berlebihan Saat Berbuka
Takjil manis memang menjadi favorit saat berbuka. Namun konsumsi gula berlebihan tanpa diimbangi kebersihan mulut yang baik dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.
Gula yang menempel di permukaan gigi akan menjadi makanan bagi bakteri. Jika tidak dibersihkan sebelum tidur, risiko kerusakan gigi semakin besar.
Untuk menjaga kesehatan gigi saat puasa:
- Batasi makanan manis berlebihan
- Minum air putih setelah berbuka
- Sikat gigi sebelum tidur
6. Tidak Membersihkan Sela Gigi
Sikat gigi saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan mulut saat puasa. Sela gigi sering menjadi tempat sisa makanan terselip.
Jika tidak dibersihkan dengan benang gigi atau alat khusus, plak akan menumpuk dan meningkatkan risiko:
- Bau mulut
- Radang gusi
- Pembentukan karang gigi
Membersihkan sela gigi minimal sekali sehari sangat dianjurkan, terutama sebelum tidur.
7. Mengabaikan Tanda-Tanda Awal Masalah Gigi
Kesalahan terakhir adalah menganggap ngilu ringan atau gusi berdarah sebagai hal biasa. Padahal, itu bisa menjadi tanda awal masalah yang lebih serius.
Beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan:
- Gigi sensitif berlebihan
- Nyeri berdenyut pada satu sisi gigi
- Gusi bengkak
- Bau mulut yang tidak hilang
Jika dibiarkan, masalah kecil bisa berkembang menjadi infeksi yang mengganggu puasa dan bahkan memerlukan perawatan lebih kompleks.
Mengapa Kesalahan Ini Membuat Puasa Terasa Sulit?
Saat puasa, tubuh mengalami perubahan ritme makan dan minum. Produksi air liur menurun sehingga fungsi alami pembersihan mulut berkurang.
Jika kebersihan gigi tidak dijaga dengan baik, bakteri berkembang lebih cepat. Kombinasi mulut kering dan penumpukan plak membuat risiko gangguan kesehatan gigi saat puasa meningkat.
Inilah mengapa perawatan gigi saat Ramadhan harus dilakukan dengan lebih disiplin dibanding hari biasa.
Tips Agar Gigi Tetap Sehat Selama Ramadhan
Agar terhindar dari kesalahan di atas, lakukan langkah berikut:
✔ Sikat gigi setelah sahur dan sebelum tidur
✔ Gunakan pasta gigi berfluoride
✔ Bersihkan sela gigi dengan benang gigi
✔ Batasi konsumsi gula berlebihan
✔ Minum cukup air saat sahur dan berbuka
✔ Segera periksa jika muncul nyeri atau sensitivitas
Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga kenyamanan selama berpuasa.
Kesimpulan
Puasa yang nyaman tidak hanya bergantung pada kondisi tubuh secara umum, tetapi juga pada kesehatan gigi dan mulut. Banyak gangguan yang muncul saat Ramadhan sebenarnya disebabkan oleh kesalahan perawatan gigi yang sering dianggap sepele.
Dengan menghindari 7 kesalahan di atas dan menjaga perawatan gigi saat Ramadhan secara konsisten, Anda bisa menjalani ibadah dengan lebih nyaman, tanpa gangguan sakit gigi atau bau mulut.
Jangan biarkan masalah kecil mengganggu momen berharga di bulan suci.
Jika Anda merasakan tanda-tanda gangguan gigi atau ingin memastikan kondisi mulut tetap optimal selama Ramadhan, sebaiknya lakukan pemeriksaan.
🦷 Perawatan lebih awal membantu mencegah sakit gigi di tengah puasa
📅 Jadwalkan pemeriksaan sesuai waktu yang nyaman
📲 Hubungi Klinik Gigi TARS Dental Care untuk konsultasi dan reservasi 0812-8000-6461
Ramadhan yang nyaman dimulai dari gigi yang sehat.


