Bayi Bisa Lahir dengan Gigi — Tapi Bukan Pertanda Keberuntungan, Malah Harus Diwaspadai!
Bayi lahir sudah punya gigi? Kenali penyebab, bahaya, dan kapan harus diperiksa dokter gigi agar tidak ganggu menyusui. Simak penjelasan medisnya di sini!
Lahir dengan Gigi? Ternyata Bisa!
Bayi lahir sudah punya gigi adalah kondisi yang sangat jarang terjadi, namun sering bikin orang tua kaget dan khawatir. Banyak yang masih menganggap bayi lahir sudah punya gigi sebagai pertanda keberuntungan, padahal secara medis kondisi ini perlu diwaspadai.
Ketika seorang bayi lahir, kebanyakan orang tua hanya fokus pada tangis pertamanya, berat badan, atau siapa wajah yang paling mirip. Tapi bagaimana jika saat membuka mulut… sudah ada gigi yang tumbuh?
Banyak keluarga menganggapnya pertanda istimewa atau membawa keberuntungan. Padahal secara medis, itu adalah kondisi yang perlu diperiksa dengan serius.
Dalam dunia kedokteran, kondisi ini disebut:
Natal teeth (Gigi Natal) → Secara medis, bayi lahir sudah punya gigi dikategorikan sebagai gigi natal apabila gigi tersebut sudah muncul sejak lahir. Kondisi ini berbeda dengan pertumbuhan gigi normal yang biasanya muncul ketika bayi berusia sekitar 6 bulan.
Neonatal teeth (Gigi Neonatal) → gigi muncul dalam 30 hari setelah lahir
Keduanya bukan hal umum, namun juga bukan hal yang mustahil.
Seberapa Sering Terjadi?
Walaupun terdengar aneh, faktanya:
Sekitar 1 dari 2.000–3.000 kelahiran memiliki gigi bawaan
Biasanya muncul di bagian depan rahang bawah
Mayoritas hanya 1–2 gigi yang muncul
Jadi masih tergolong langka, tapi bukan urban legend.
Mitos vs Fakta Gigi Bawaan pada Bayi
Di beberapa budaya, bayi yang lahir dengan gigi dianggap:
Akan menjadi pemimpin hebat
Membawa keberuntungan bagi keluarga
Memiliki “keistimewaan spiritual”
Namun dalam budaya lain, justru dianggap pertanda buruk.
Padahal kenyataannya…
👉 Ini bukan simbol takdir — ini kondisi medis.
Yang seharusnya dilakukan bukan percaya mitos, tapi dibawa ke dokter gigi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kenapa Ada Bayi yang Lahir dengan Gigi?
Para ahli masih meneliti penyebab pastinya, tapi beberapa faktor yang mungkin berperan:
Faktor genetik
Riwayat keluarga memiliki natal/neonatal teeth.Posisi benih gigi terlalu dekat permukaan gusi
Jadi bisa muncul lebih cepat dari seharusnya.Kelainan atau kondisi sistemik (jarang)
Misalnya sindrom tertentu pada bayi.
Mayoritas kasus bukan kondisi berbahaya, tetapi tetap harus diobservasi.
Bahayanya Apa untuk Bayi?
Jika gigi tersebut tidak kuat dan goyang, risiko yang mungkin muncul:
Bahaya tersedak jika gigi copot dan masuk ke saluran napas
Luka pada lidah saat bayi menghisap
Sulit menyusu karena rasa tidak nyaman
Iritasi pada puting ibu
Pada beberapa kasus, si kecil menjadi rewel karena rasa sakit di area mulut.
Makanya kondisi ini tidak boleh dibiarkan tanpa pemeriksaan.
Kapan Harus Dicabut?
Dokter gigi akan menilai berdasarkan:
Apakah gigi goyang?
Apakah mengganggu proses menyusu?
Apakah menimbulkan luka?
Jika jawabannya “ya”, maka pencabutan bisa dipertimbangkan.
Tenang saja, prosedur biasanya:
Cepat
Minim perdarahan
Dilakukan dengan anestesi lokal khusus bayi
Namun pencabutan hanya dilakukan jika benar-benar perlu.
Bagaimana Pemeriksaannya?
Proses pemeriksaan biasanya meliputi:
Pemeriksaan rongga mulut bayi secara menyeluruh
Menilai kekuatan perlekatan gigi
Menentukan apakah yang tumbuh adalah gigi sulung asli atau gigi tambahan
Ya, ternyata ada juga kasus supernumerary teeth → gigi ekstra yang tidak seharusnya ada.
Ini penting dibedakan karena mempengaruhi pertumbuhan gigi ke depannya.
Apakah Menyusu Bisa Tetap Aman?
Bisa! Asalkan:
Gigi tidak terlalu tajam
Tidak goyang atau mudah copot
Tidak membuat lidah bayi luka
Jika ada sedikit luka pada ibu:
Gunakan pelembut puting
Ganti posisi menyusui
Pantau reaksi bayi saat menyusu
Kalau masih terus sakit → segera evaluasi ke dokter.
Apa yang Terjadi Kalau Tidak Diatasi?
Risiko jangka panjang:
Ibu trauma menyusui
Bayi kesulitan mendapat nutrisi yang cukup
Infeksi di area mulut
Potensi masalah pada susunan gigi sulung
Jadi, memeriksakan kondisi ini lebih cepat lebih baik.
Fakta Menarik tentang Gigi Bawaan Bayi
Tokoh sejarah seperti Napoleon & Richard III disebut lahir dengan gigi
Lebih sering terjadi pada bayi perempuan
Umumnya jumlah akarnya belum sempurna saat lahir
Sekitar 60–75% kasus cukup dipantau tanpa tindakan cabut
Walau terlihat lucu atau menggemaskan, tetap butuh pengawasan profesional.
Kesimpulan: Kejutan Manis yang Tetap Perlu Diwaspadai
Melihat bayi yang lahir dengan gigi mungkin membuat orang tua terkesima atau justru bingung. Namun satu hal yang pasti:
✨ Ini bukan pertanda mistis atau keberuntungan khusus
⚠️ Ini kondisi medis yang perlu diperiksa
Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman saat menyusu, terdapat luka pada lidah atau puting ibu → segera konsultasi dengan dokter gigi.
Semakin cepat ditangani, semakin nyaman bayi dan ibu menjalani proses menyusui.
Konsultasi Pemeriksaan Gigi Bayi di TARS Dental Care
Jika bayi kamu atau anak dalam keluarga lahir dengan gigi, jangan tunda untuk diperiksa.
Dokter gigi anak di TARS Dental Care siap membantu:
Pemeriksaan mulut bayi yang lembut dan aman
Penilaian apakah perlu dicabut atau cukup observasi
Edukasi menyusui agar tetap nyaman bagi ibu dan bayi
Perawatan luka atau iritasi akibat gigi bawaan
📞 Konsultasi & Booking:
Klik WhatsApp untuk tanya langsung dengan admin klinik
(Admin Tari)
Senyum sehat dimulai sejak lahir.
Percayakan pada tim profesional kami ✨


