Gigi Rusak Akibat Makanan Manis Saat Imlek: Apa Dampaknya?
Perayaan Imlek identik dengan suasana hangat dan kebersamaan keluarga. Berbagai hidangan khas seperti permen, kue kering, manisan, hingga minuman manis hampir selalu tersedia di setiap rumah. Makanan tersebut menjadi simbol kebahagiaan dan harapan baik di tahun yang baru.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, banyak orang tidak menyadari bahwa konsumsi makanan manis berlebihan saat Imlek dapat memicu kerusakan gigi. Tidak sedikit pasien yang datang ke klinik gigi beberapa minggu setelah perayaan dengan keluhan gigi ngilu, berlubang, hingga nyeri saat mengunyah.
Lalu, apa sebenarnya dampak makanan manis terhadap kesehatan gigi saat Imlek?
Mengapa Makanan Manis Bisa Menyebabkan Gigi Rusak?
Makanan manis bukan penyebab langsung gigi rusak, tetapi menjadi pemicu utama berkembangnya bakteri di dalam mulut.
Bakteri akan mengolah sisa gula menjadi asam. Asam inilah yang perlahan mengikis lapisan terluar gigi (email). Jika proses ini terjadi berulang dan berlangsung lama, email gigi akan menipis dan akhirnya terbentuk lubang.
Selama perayaan Imlek, konsumsi gula biasanya meningkat dan frekuensinya lebih sering. Inilah yang membuat risiko kerusakan gigi menjadi jauh lebih tinggi.
Jenis Makanan Manis Saat Imlek yang Berisiko untuk Gigi
Tidak semua makanan manis memiliki dampak yang sama. Beberapa jenis yang paling berisiko antara lain:
1. Permen keras dan lengket
Permen sangat mudah menempel di sela gigi dan sulit dibersihkan. Bahkan, sisa permen bisa bertahan cukup lama di permukaan gigi.
2. Kue kering
Kue kering mengandung karbohidrat yang dapat berubah menjadi gula di dalam mulut. Remahannya sering terselip di sela gigi tanpa disadari.
3. Manisan buah
Walaupun berasal dari buah, kandungan gulanya tetap tinggi dan berisiko jika dikonsumsi berlebihan.
4. Minuman manis kemasan
Minuman manis sering dikonsumsi sedikit demi sedikit, sehingga gigi terpapar gula dalam waktu lama.
Proses Terjadinya Gigi Rusak yang Sering Tidak Disadari
Kerusakan gigi tidak terjadi secara tiba-tiba. Prosesnya bertahap dan sering tidak menimbulkan gejala di awal.
Tahapan yang biasanya terjadi:
penumpukan plak di permukaan gigi
produksi asam oleh bakteri
penipisan email gigi
munculnya gigi ngilu
terbentuknya lubang gigi
nyeri hingga infeksi saraf
Karena proses ini berjalan perlahan, banyak orang baru menyadarinya ketika rasa sakit sudah muncul.
Dampak Gigi Rusak Akibat Makanan Manis
Jika tidak ditangani, gigi rusak dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti:
gigi berlubang
nyeri saat makan atau minum
gigi ngilu berkepanjangan
bau mulut
infeksi saraf gigi
risiko gigi patah atau tanggal
Masalah ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.
Anak-Anak Lebih Rentan Mengalami Gigi Rusak
Saat Imlek, anak-anak biasanya menjadi kelompok yang paling banyak mengonsumsi permen dan kue. Padahal, struktur gigi anak masih lebih rentan terhadap asam.
Jika tidak diawasi, kerusakan gigi bisa terjadi lebih cepat dan berdampak pada pertumbuhan gigi permanen di kemudian hari.
Peran orang tua sangat penting dalam mengontrol konsumsi makanan manis selama perayaan.
Apakah Harus Menghindari Makanan Manis Saat Imlek?
Tidak perlu menghindari sepenuhnya. Perayaan tetap bisa dinikmati dengan cara yang lebih aman bagi gigi.
Beberapa tips yang dapat dilakukan:
batasi frekuensi ngemil manis
konsumsi makanan manis setelah makan utama
minum air putih setelah mengonsumsi makanan manis
hindari ngemil manis sebelum tidur
segera sikat gigi sebelum tidur malam
Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko kerusakan gigi.
Pentingnya Pemeriksaan Gigi Setelah Imlek
Banyak masalah gigi tidak menimbulkan keluhan di awal. Oleh karena itu, pemeriksaan gigi setelah masa perayaan sangat dianjurkan.
Pemeriksaan membantu:
mendeteksi lubang kecil sejak dini
membersihkan plak dan karang gigi
mencegah kerusakan berlanjut
menjaga kesehatan gigi jangka panjang
Penanganan lebih awal biasanya lebih ringan dan tidak membutuhkan perawatan besar.
Peran Scaling Gigi dalam Mencegah Kerusakan
Scaling gigi membantu membersihkan plak dan karang gigi yang tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi biasa.
Dengan scaling rutin, risiko radang gusi dan gigi rusak akibat penumpukan bakteri dapat diminimalkan.
Konsultasi Gigi Gratis di TARS Dental Care
Jika setelah perayaan Imlek Anda mulai merasakan gigi ngilu, tidak nyaman, atau khawatir dengan kondisi gigi, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan.
Di TARS Dental Care, tersedia konsultasi gigi gratis untuk membantu Anda mengetahui kondisi gigi secara menyeluruh sebelum menentukan perawatan yang dibutuhkan.
Dengan penanganan yang tepat sejak dini, kerusakan gigi dapat dicegah dan kesehatan mulut tetap terjaga sepanjang tahun.


