Gigi Susu Ternyata Bisa Disimpan untuk Masa Depan, Bukan Cuma Buat Kenang-Kenangan!
Gigi susu ternyata menyimpan stem cell yang bisa bermanfaat untuk terapi regeneratif di masa depan. Riset dari UGM dan UI menunjukkan potensi biologis besar dari pulpa gigi anak. Yuk kenali kenapa gigi susu sebaiknya tidak langsung dibuang.
(Stem cell dari dental pulp — riset UGM & UI terus berkembang)
Kalau selama ini kita mikir gigi susu itu cuma “barang lucu” yang suka disimpen ibu-ibu di kotak kecil, ternyata sains bilang: gigi susu punya nilai biologis yang jauh lebih besar.
Bahkan… bisa jadi “tabungan kesehatan” di masa depan.
Bukan metafora ini benar-benar sedang diteliti serius.
🧬 Gigi Susu = Sumber Stem Cell yang Sangat Berharga
Di dalam gigi susu, tepatnya di bagian dental pulp, ada sel punca yang disebut Stem Cells from Human Exfoliated Deciduous Teeth (SHED).
Sel inilah yang sedang jadi “bintang” dunia regeneratif.
Kenapa?
Karena SHED punya kemampuan seperti:
memperbaiki jaringan,
membantu pembentukan tulang,
merangsang penyembuhan saraf,
dan mendorong regenerasi dentin (bagian keras gigi).
Beberapa penelitian internasional menunjukkan sel punca dari gigi memiliki potensi multi-lineage artinya bisa diarahkan ke berbagai tipe sel (tulang, jaringan saraf, jaringan dental, dll).
Dan uniknya: SHED lebih “aktif” dibanding sel punca dewasa lain seperti dari lemak atau sumsum tulang.
🔬 Penelitian di Indonesia Juga Sudah Jalan (UGM & UI)
Ini penting biar pembaca tahu bahwa risetnya bukan cuma ada di luar negeri.
1. UGM (Universitas Gadjah Mada)
Beberapa penelitian di UGM mengkaji potensi secretome dan eksosom dari sel punca pulpa gigi untuk regenerasi tulang — bahkan dikaitkan dengan peningkatan proses penyembuhan di sekitar dental implant.
Hasilnya menunjukkan bahwa metabolit/sekretom dari DPSCs benar-benar membantu proses regenerasi jaringan keras.
Artinya: kalau suatu hari terapi ini matang, gigi susu bisa punya peran dalam perawatan implant atau rekonstruksi tulang rahang.
2. UI (Universitas Indonesia)
UI sedang mengembangkan hydrogel yang berisi secretome sel punca pulpa gigi untuk terapi regeneratif.
Mereka fokus pada bagaimana secretome ini bisa diaplikasikan secara klinis sebagai “obat biologis” untuk mempercepat penyembuhan jaringan.
Kedua kampus besar ini sama-sama bergerak di arah translasi riset yang benar-benar menuju aplikasi klinis.
🌱 Kenapa Banyak Orang Mulai Menyimpan Gigi Susu?
Di luar negeri, layanan tooth banking sudah ada bertahun-tahun.
Indonesia mulai mengikuti arah itu, terutama karena riset lokal memperkuat manfaatnya.
Keuntungan menyimpan gigi susu:
Sel punca masih “muda” dan kualitasnya lebih baik.
Baik untuk cadangan pribadi kalau suatu saat dibutuhkan terapi regeneratif.
Proses ekstraksi mudah: gigi susu copot alami pun bisa disimpan kalau kondisi pulpa masih sehat.
Tooth banking bukan berarti sekarang langsung dipakai untuk pengobatan.
Tetapi… teknologi sel punca berkembang cepat.
Saat ini, tahapnya sudah masuk penelitian aplikatif bukan teori kosong.
Gigi susu yang dulu cuma jadi kenang-kenangan, sekarang punya value biologis nyata.
🤔 Tapi Apa Manfaatnya Buat Orang Awam?
Bayangkan 5–10 tahun lagi, terapi regeneratif berbasis sel punca makin umum.
Orang yang giginya disimpan di masa kecil bisa memiliki “asuransi biologis” berupa stem cell pribadi yang secara genetik cocok sempurna dengan tubuhnya sendiri.
Bukan berarti ini pengobatan instan untuk semua penyakit, tapi sebagai cadangan terapi regeneratif, potensinya besar.
Beberapa kemungkinan aplikasi masa depan yang sedang diteliti:
perawatan saraf gigi yang rusak,
regenerasi dentin,
perbaikan tulang wajah dan rahang,
terapi penyembuhan jaringan setelah trauma.
Semua masih berkembang, tapi arahnya jelas: gigi susu bukan sampah biologis, itu aset.
😄 Funfact yang Jarang Orang Tahu
Sel punca dari gigi susu lebih “mudah diajak kerja sama” daripada sel punca dari sumsum tulang.
Gigi susu yang copot alami masih bisa mengandung pulpa yang layak untuk isolasi stem cell.
Penelitian UI bahkan sudah bikin “obat gel” dari secretome sel punca gigi bukan fiksi ilmiah lagi.
Potensi SHED ditemukan pertama kali tahun 2003, artinya ilmunya masih muda dan terus booming.
🔍 Apakah Tooth Banking Sudah Wajib?
Belum.
Tetap pilihan.
Tapi sama seperti orang menyimpan darah tali pusat (cord blood banking), trend ini diprediksi meningkat karena:
riset makin kuat,
aplikasinya makin nyata,
biaya teknologi makin murah.
Kalau dulu gigi susu dianggap sekadar memori masa kecil yang lucu, sekarang ia bisa jadi investasi biologis jangka panjang.
🦷 Kapan Waktu Terbaik Menyimpannya?
Saat:
gigi susu baru tanggal,
belum mengalami karies berat,
kondisi pulpa masih sehat,
atau saat dokter gigi mencabut dengan kondisi jaringan pulpa masih bagus.
Jadi, kalau anak akan cabut gigi atau giginya mau copot… jangan dibuang dulu.
📍 Mau Konsultasi Tentang Kesehatan Gigi Anak atau Perawatan Lainnya?
TARS Dental Care siap bantu dari edukasi, konsultasi tumbuh kembang gigi anak, sampai perawatan keluarga.
Yuk jaga kesehatan gigi dari awal, supaya masa depan juga ikut sehat.
Hubungi TARS Dental Care untuk konsultasi atau perawatan lanjutan.


