Supernumerary Teeth: Gigi Tambahan yang Tersembunyi dan Bisa Muncul di Usia Dewasa

Supernumerary Teeth: Gigi Tambahan yang Tersembunyi dan Bisa Muncul di Usia Dewasa

Daftar Isi Artikel

 

Supernumerary Teeth: Gigi Tambahan yang Tersembunyi dan Bisa Muncul di Usia Dewasa

Kalau ditanya, “Gigi manusia itu jumlahnya berapa sih normalnya?” hampir semua orang bisa jawab: 32.
Beres. Titik.

Tapi tubuh manusia itu suka iseng. Dia kadang menambah sesuatu yang tidak kita pesan. Termasuk… gigi. Iya, gigi. Yang seharusnya sudah lengkap sejak SMAN, tiba-tiba muncul “pemain cadangan” di usia dewasa.

Dan ini bukan cerita fiksi. Ada orang yang baru sadar kalau mereka punya gigi tambahan (supernumerary teeth) saat umur 25, 30, bahkan 40. Ibaratnya kayak nemu saudara kembar yang ngumpet di balik lemari, tapi dalam versi yang lebih… dental.

Fenomena ini lumayan unik. Dan kalau kamu baru tahu sekarang, santai banyak orang juga baru ngeh setelah rontgen.


Jadi… Supernumerary Teeth itu Apa?

Gampangnya gini: gigi tambahan adalah gigi yang jumlahnya melebihi kuota normal. Idealnya memang 32, tapi kadang tubuh bikin satu lagi. Atau dua. Ada juga yang tiga (ya, dia kreatif sekali).

Yang bikin menarik, gigi tambahan ini sering tidak muncul ke permukaan.
Mereka nongkrong diam-diam di dalam rahang, kayak mahasiswa yang daftar kelas tapi nggak pernah hadir.

Dan karena posisinya random kadang dekat gigi depan, kadang di belakang, kadang nyelip di tempat yang dokter gigi pun geleng-geleng gigi ini bisa:

  • diam saja tanpa bikin masalah,
  • atau bikin drama: dorong-dorong gigi lain, bikin gigi miring, infeksi, sampai mengganggu tumbuhnya gigi permanen.

Dari Mana Datangnya Gigi Tambahan Ini?

Nah, ini bagian yang sering bikin orang mengernyit.

Gigi tambahan muncul dari sesuatu yang disebut aktivitas berlebih di dental lamina. Bahasa gampangnya: jaringan pembentuk gigi “kepedean” dan bikin part baru.

Kenapa bisa begitu?
Penyebabnya nggak selalu jelas, tapi beberapa kemungkinan adalah:

  • faktor genetik (tapi nggak selalu),
  • perkembangan gigi yang “overachiever”,
  • atau ya… random. Tubuh kita memang suka begitu.

Yang jelas, ini bukan salah kamu, bukan karena sikat gigi kurang rajin, bukan karena minum es kebanyakan. Murni urusan biologis.


Jenis-Jenis Gigi Tambahan (Versi Santai dan Mudah Dimengerti)

Sebenarnya klasifikasinya banyak, tapi biar mudah, kita bagi yang paling sering dijumpai.

1. Mesiodens — Si Paling Terkenal

Ini gigi tambahan yang nongkrong di antara gigi depan atas.
Kadang bentuknya kecil, kadang lonjong, kadang malah aneh seperti paku kecil.
Dia sering jadi tersangka utama kenapa gigi depan anak-anak miring atau nggak mau tumbuh.

2. Paramolar — Si Pengikut

Muncul di samping gigi geraham. Biasanya kecil banget, kayak bonus yang sebenarnya kita tidak butuh.

3. Distomolar — yang Sebenarnya Sudah Penuh Tapi Masih Nambah

Biasanya muncul di belakang gigi geraham terakhir (di belakang gigi bungsu).
Jadi setelah gigi bungsu yang bikin drama… masih ada gigi tambahan lagi. Lengkap ya hidupnya.

4. Odontoma — the Odd One

Ini bukan “gigi tambahan” dalam bentuk gigi utuh, tapi seperti kumpulan jaringan mengeras yang mirip gigi. Bentuknya aneh, tapi tidak jarang ditemukan saat rontgen.


Kok Bisa Munculnya Saat Dewasa?

Ini pertanyaan yang sering muncul. Karena orang biasanya berpikir: “Kalau ada tambahan harusnya dari kecil dong?”

Iya… idealnya begitu. Tapi supernumerary teeth punya kebiasaan unik:

  • Ada yang terbentuk tapi tidak tumbuh,
  • Ada yang diam bertahun-tahun,
  • Ada juga yang baru “kepo” dan mulai turun saat usia dewasa.

Biasanya ketahuan ketika:

  • cek rontgen sebelum perawatan kawat gigi,
  • periksa karena gigi geraham rasanya aneh,
  • atau… ketahuan secara tidak sengaja saat rontgen untuk masalah lain.

Dan itu sangat umum terjadi. Banyak orang yang baru sadar “ternyata punya bonus” di umur 20-an atau 30-an.


Apa Gigi Tambahan Berbahaya?

Jawaban jujurnya: tidak selalu.
Tapi bisa.

Dari pengalaman klinis, gigi tambahan yang bikin masalah biasanya:

  • menghambat tumbuhnya gigi permanen,
  • mendorong gigi lain sampai geser,
  • jadi sumber infeksi,
  • bikin gigi berjejal,
  • mempengaruhi hasil perawatan ortho (behel).

Ada juga yang posisinya dekat akar gigi lain sehingga harus diperhatikan ekstra.
Namun, banyak juga yang aman-aman saja dan dibiarkan selama tidak ganggu.


Tanda-Tanda Kamu Mungkin Punya Gigi Tambahan (Tanpa Sadar)

Ini bukan checklist kepastian, tapi hal yang sering muncul:

  • gigi depan anak sulit tumbuh padahal sudah waktunya,
  • ada celah aneh di gigi depan yang tidak wajar,
  • gigi berjejal meski ukuran rahang cukup,
  • gigi permanen tumbuh miring,
  • rasa tekanan seperti ada yang “nabrak dari dalam”,
  • sinus / area pipi bagian atas terasa penuh (jarang tapi bisa).

Tapi secara jujur, tanda paling akurat tetap rontgen.
Kadang tidak ada keluhan sama sekali tapi bonus-nya ada.


Bagaimana Dokter Mendiagnosis?

Biasanya lewat:

  • Foto panoramik (OPG)
    → ini yang paling umum dan langsung kelihatan posisinya.
  • Foto CBCT
    → kalau posisinya tricky, dekat saraf, atau bentuknya tidak jelas.
    CBCT itu seperti “Google Maps 3D”-nya struktur gigi.

Dokter akan melihat:

  • bentuknya,
  • arah tumbuhnya,
  • apakah mengganggu gigi sebelah,
  • dan apakah aman dibiarkan atau perlu tindakan.

Perlu Dicabut atau Tidak?

Ini tergantung kondisi masing-masing orang.

Biasanya dicabut kalau:

  • menghambat tumbuh gigi permanen,
  • bikin gigi miring atau berdesakan,
  • menyebabkan infeksi,
  • mengganggu perawatan ortodonti,
  • atau posisinya berisiko menimbulkan masalah di masa depan.

Kadang bisa dibiarkan kalau:

  • posisinya jauh dari akar dan saraf,
  • tidak mengganggu estetika,
  • tidak ada tanda radang,
  • dan kamu rutin kontrol.

Yang penting: keputusan tidak bisa dijeneralisasi.
Sama seperti hidup tiap orang punya drama yang berbeda.


Pengaruh ke Perawatan Behel

Nah ini sering jadi sumber kejutan menjelang pemasangan behel.
Banyak pasien baru sadar punya supernumerary teeth setelah rontgen ortho.

Efeknya?

  • gigi yang harusnya digeser malah mentok,
  • perawatan jadi lebih lama,
  • gigi yang tidak tumbuh jadi harus “dibantu keluar” (exposure),
  • atau harus dicabut dulu biar ruangnya jelas.

Kalau kamu berencana pasang behel, rontgen itu wajib untuk menghindari drama tersembunyi seperti ini.


Apa yang Terjadi Kalau Dibiarkan Bertahun-Tahun?

Sekali lagi: tidak semua berbahaya.
Tapi yang berpotensi masalah biasanya:

  • mulai mendorong akar gigi lain,
  • menyebabkan kista kecil (tidak selalu, tapi bisa),
  • bikin pergeseran gigi yang sulit dikembalikan,
  • atau terdeteksi saat sudah terlambat.

Masalahnya gini:
Gigi tambahan itu tidak protes dengan suara. Dia diam.
Tahu-tahu muncul efeknya.

Itulah kenapa foto panoramik berkala setiap beberapa tahun itu sebenarnya penting.


Apakah Banyak Orang yang Punya Ini?

Lebih banyak dari yang dipikirkan.

Di klinik, kasus supernumerary teeth bukan sesuatu yang langka.
Tapi karena orang biasanya tidak merasakan apa-apa, kondisinya baru ketahuan saat:

  • rontgen sebelum cabut gigi bungsu,
  • rontgen ortho,
  • atau rontgen rutin.

Kadang pasien cuma bilang:
“Lho dok, itu apa ya yang kecil-kecil di atas gigi depan?”
Ya… itu dia si tamu tak diundang itu.


Jadi, Kalau Punya Gigi Tambahan, Apa Harus Panik?

Tenang.

Ini kondisi medis yang cukup umum dan bisa ditangani dengan baik.
Yang penting adalah tahu posisinya dan efeknya ke gigi sekitarnya.
Setelah itu, dokter akan kasih rekomendasi:

  • dibiarkan,
  • diawasi berkala,
  • atau dicabut.

Yang tidak boleh adalah:
anggap enteng dan tidak kontrol.

Karena masalah gigi jarang muncul tiba-tiba tapi juga tidak hilang tiba-tiba.


Kesimpulan 

Gigi tambahan itu seperti kejutan kecil dari tubuh:
kadang lucu, kadang bikin bingung, kadang harus diambil.

Yang penting adalah:

  • ia umum,
  • tidak selalu berbahaya,
  • rontgen adalah cara terbaik untuk mengetahuinya,
  • dan penanganannya tergantung masing-masing orang.

Kalau kamu lagi ragu soal kondisi gigimu atau cuma mau cek apakah ada “gigi bonus” yang diam-diam nongkrong kamu bisa jadwalkan konsultasi di TARS Dental Care.
Tim kami biasa menangani kasus gigi tambahan, impaksi, sampai yang posisinya tricky sekalipun.

Cek jadwal, tanya dulu, atau booking langsung kapan pun yang nyaman buat kamu.
TARS Dental Care bantu kamu jaga kesehatan gigi tanpa drama yang nggak perlu.

Artikel Lainnya

Karang Gigi: 5 Fakta Penting tentang Proses Terbentuknya

Karang Gigi: 5 Fakta Penting tentang Proses Terbentuknya

Karang Gigi: 5 Fakta Penting tentang Proses Terbentuknya Banyak orang merasa sudah menjaga kebersihan

Sikat Gigi Terlalu Keras: Dampak yang Perlu Diketahui

Sikat Gigi Terlalu Keras: Dampak yang Perlu Diketahui

Sikat Gigi Terlalu Keras: Dampak yang Perlu Diketahui Menjaga kebersihan gigi adalah bagian penting

Masih Bingung Layanan Yang Sesuai Dengan Kebutuhanmu?

Cari tahu lebih lanjut tentang kebutuhan gigi & mulutmu. Layanan konsultasi via whatsapp adalah GRATIS & BEBAS BIAYA ADMIN

support TARS